Sabtu, 13 Desember 2008

Jumlah Pengidap HIV/AIDS Semaikn Meningkat !!

Jumlah orang terinfeksi HIV atau yang sudah sakait AIDS semakin meningkat. Menurut WHO/UNAIDS, tahun 2008 terdapat 31,6 juta orang yang hidup dengan HIV di seluruh dunia, 2,7 juta baru terinfeksi tahun 2007, 2 juta kematian karena AIDS dan 45% yang terkena berumur 15-24 tahun.Data UNAIDS yang dikutip The Lancet Agustus 2008, menunnjukkan Indonesia, memiliki jumlah pengidap penyakit AIDS sekitar 270.000, berada di antara jumah kasus di Vietnam (290.000) dan Burma (240.000), sementara di India 2.400.000 dan Thailand 690.000 orang. Di Bali diperkirakan sekitar4000 pengidap AIDS terbanyak di Denpasar dan Badung, setelah itu Buleleng, Jembrana dan Gianyar. Semua kabupaten di Bali telah melaporkan khasusnya.
Penularan utama melalui hubungan seksual berganti-ganti pasangan dan pemakaian jarum suntik yang dipakai bersamaan secara berganti oleh pemakai narkoba suntik. Penularan dari ibu ke bayi sampai juni 2008 tercatat 6 bayi yang positif dan 22 balita.
HIV menular dari orang lain, tanpa disengaja dan tidak disadari sama sekali. Sekali tertular HIV virus tetap berada didalam tubuh, dan tidak bisa dikeluarkan atau dibunuh oleh zat kekebalan tubuh kita. Kebiasaan seks bebas dan membeli seks memicu penularan HIV kedalam rumah tangga. Dari suami ke istri dan dari istri ke bayi yang dikandungnya.
Seseorang yang baru saja tertular HIV tidak merasa sakit, dan tetap terlihat sehat, tetapi sudah dapat menularkan HIV.
HIV bersarang di dalam tubuh, lama kelamaan setelah 3-5-8 tahun, tubuh akan menjadi lemah dan sakit dengan segala gejala yang bermacam-macam. Gejala penyakit antara lain sering demam, sering batuk, mencretrongga mulut dan tenggorokan ditutupi selaput putih karena jamur, badan lemah dan semakin kurus.
Sebenarnya sudah banyak yang dilakukan, sudah banyak biaya yang dikeluarkan. Berbagai upaya upaya tersebut belum berhasil menekan penularan. Diperlukan penanggulangn HIV/AIDS yang intensif, menyeluruh terpadu dan tekoordinir.
Seperti aliran sungai, saat masih gi hulu, infeksi HIV harus dicegah dengan berbagai upaya pencegahan berupa intervensi untuk perubahan perilaku, dari perilaku seks beresiko tinggi menjadi tidak beresiko. Pendidikan budi pekerti bagi anak-anak kita, siraman kasih saying bagi anak dan remaja sehingga tidak ada lagi korban narkoba,pendidikan agama dan hidup bersih dan sehat. Pencegahan HIV/AIDS dituangkan dalam singkatan ABCDE yaitu : Abstinence(puasa seks beresiko dan puasa narkoba), Be faitful (saling setia terhadap pasangn seks masing-masing), Condom bagi mereka yang tidak mungkin menerapkan A dan B), Don’t inject (jangan coba-coba memakain narkoba suntik) dan Education (pendidikan, penyuluhan dan informasi) tentang masalh HIV/AIDS.
Untuk mengetahui status HIV lebih awal, dibuka klinik-klinik VCT di tiap kabupaten di Bali, untuk mendekatkan layanan pemeriksaan darah. Denagn mengetahui status HIV lebih awal, dapat mencegah penularan lebih lanjut, dan mengobati lebih cepat. Pemeriksaan darah ini dapat dilakukan secara Cuma-Cuma di klinik-klinik VCT (Volutary Counseling and Testing) di beberapa drumahsakit di bali yaitu di RSUP sanglah, RSUD wangaya, RSUD Tabanan, RSUD Singaraja, dan RSUD Klungkung.
Lebih cepat kita mengetahui tertularnya atau tidak nya kita oleh HIV, semakin cepat kita dapat melakukan pengobatan, dan semakin bisa kita mencegah penularan di keluarga kita.
Jika di antara anggota keluarga ada yang beresiko tertular, misalnya memakian narkoba suntik dan dia telah terkena HIV, tidak perlu dikucilkan. Ajakah dia tetap serumah dengan keluarga lain.
HIV tidak dapat menular melalui hubungan sosial. HIV tidak menular melalui kursi, meja, handuk, piring, gelas, sendok, dan alat-alat rumah tangga lainnya. Jabatan tangan, berpelukan, memandikan odha, membantunya berjalan, menyeruapi makanan, tidak beresiko. Tidak bisa terjadi penularan lewat gigitan nyamuk, kontak keringan atau air liur.
Anti-retro viral (ARV) adalah obat uyang menghambat perkembangbiakan HIV. Obat ini dipakai dalam kombinasi, harus diminum secara teratur dan disiplin. Pemakaian seperti itu dapat menurunkan angka kematian odha, meningkatkan kualitas hidup odha, mengurangi angka kesakitan, dan memperpanjang usia dan masa sehat pengidap penyakit. Tetapi, obat ARV harus dipakai seumur hidup. Sudah terbukti, pengidap HIV yang tadinya terbaring lemas dirumah sakit dapat sehat dan bekerja kembali seperti biasanya jika dia tidak terlambat mendapat [pengobatan ARV. Pengobatan dengan ARV harus dalam pemantauan dokter atau petugas medis, untuk mengawasi kemungkinan reaksi lain yang mungkin timbul yang berupa efek samping ARV.
Belum ada vaksin ntuk mencegah penularan HIV, tetapi, seperti apa yang dikatakan penerima Nobel Prize, penemu HIV dari prancis, Luc Montaigner dan timnya baru-baru ini, dalam waktu 4-5 tahun kedepan, sudah akan tersedia vaksin –therapeutic-, artinya vaksin diberikan hanya pada orang yang terinfeksi HIV, untuk mencegah mengganas atau berkembanya HIV dalam tubuh orang tersebut.
Hari AIDS sedunia di peringati tiap tanggal 1 Desember dengan tema yang berbeda-beda. Tema tahun ini “Leadership” dengan subtema “Yang Mda yang Membuat Perubahan”



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label's